EVALUASI PRODUK MULTIMEDIA INTERAKTIF

  1. Pengertian Evaluasi Produk Multimedia
    Media yang digunakan dalam proses pembelajaran memerlukan perencanaan yang baik. Heinich dkk dalam Arsyad (2005) mengajukan model perencanaan pneggunaan media yang efektif dikenal dengan istilah ASSURE (Analize Leaner Characteristics) / Menganalisis Karakteristik untuk kelompok sasaran. State Objective (menyatakan selain itu merumuskan tujuan pembelajaran), select or modify media (memilih, memodifikasi, atau merancang dan mengembangkan materi dan media yang tepat), Utilize (menggunakan materi dan media), Require Learner Response (meminta tanggapan dari siswa) dan evaluate (Mengevaluasi Proses Belajar).
    Kriteria pemilihan media bersumber dari konsep, bahwa media merupakan bagian dari sistem instruksional secara keseluruhan. Ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan media yaitu :
    1. Media yang bersangkutan tidak terdapat pada sumber-sumber yang ada, maka harus dibeli atau dibuat sendiri
    2. Apakah jika membeli atau memproduksi ada dana, tenaga dan fasilitasnya
    3. Faktor yang menyangkut keluwesan, kepraktisan, dan ketahanan media yang bersangkutan untuk waktu yang lama.
    4. Efektivitas dalam jangka waktu yang panjang

  2. Penilaian Multimedia Interaktif
    Evaluasi atau penilaian secara khusus juga diartikan sebagai proses pemberian nilai berdasarkan data kuantitatif hasil pengukuran untuk keperluan pengambilan keputusan. Evaluasi adalah sebuah proses dimana keberhasilan yang dicapai dibandingkan seperangkat keberhasilan yang diharapkan. Perbandingan ini kemudian dilanjutkan dengan pengidentifikasian faktor-faktor yang berpengaruh kepada kegagalan dan keberhasilan. Evaluasi ini dapat dilakukan secara internal oleh mereka yang melakukan proses yang sedang dievaluasi ataupun oleh pihak lain. Selain itu dapat dilakukan secara teratur maupun pada saat-saat yang tidak beraturan. Proses evaluasi dilakukan setelah sebuah kegiatan selesai, dimana kegunaannya untuk menilai/ menganalisis apakah keluaran, hasil ataupun dampak dari kegiatan yang dilakukan sudah sesuai dengan yang diinginkan.
    Menurut Wahono (2006) kriteria penilaian dalam aspek rekayasa perangkat lunak yang dapat digunakan dalam penilaian multimedia interaktif adalah sebagai berikut :
    1. Efektif dan Efisien dalam pengembangan maupun Penggunaan Media Pembelajaran.
    2. Reliabilitas (Keandalan)
    3. Maintainabilitas (Dapat dipelihara/ dikelola dengan mudah)
    4. Usabilitas (Mudah digunakan dan sederhana dalam Pengoperasiannya)
    5. Ketepatan Pemilihan Jenis Aplikasi/ Software/ Tool untuk pengembangan.

  3. Kelebihan dan Kekurangan Multimedia Interaktif
    Kelebihan yang dapat diperoleh jika menggunakan multimedia interaktif dalam pembelajaran, antara lain sebagai berikut :
    1. Mendorong siswa berlajar secara mandiri
    2. Membantu siswa meningkatkan pemahaman materi
    3. Membantu dan mendorong guru dalam menjelaskan hal-hal yang sulit digambarkan dengan kata-kata.

    Adapun beberapa kelemahan menggunakan media interaktif dalam pembelajaran adalah sebagai berikut :
    1. Biaya relatif mahal untuk tahap awal
    2. Kemampuan SDM dalam penggunaan multimedia masih perlu ditingkatkan
    3. Belum memadainya perhatian dari pemerintah
    4. Belum memadainya infrastruktur untuk daerah tertentu.